Ada kalanya kita merasa diri kita tak berarti untuk orang lain. Disaat kita telah menikah dan memutuskan untuk menyerahkan hidup seutuhnya pada orang yang kita percayai akan melibatkan diri kita dalam setiap nafas hidupnya ternyata mengesampingkan kita, maka rasanya pedih...sedih...sepi...kosong...hampa dan gamang. Ibarat kapas terbang melayang tak tentu arah, lelah. Banyak persinggahan disana namun bingung akan bersinggah dimana. Tempak singgah yang dikehendaki tak membuka peluang untuk disinggahi. Tempat lain sibuk dengan aktivitas rutin yang khawatir kedatangannya akan mengganggu mereka. Kapas terus melayang hingga air akan membasahinya untuk singgah ditempat yang tak jelas apakah dia siap beradaptasi dengan keadaan barunya.
Jika Anda jadi kapas dalam cerita ini, kemanakah Anda akan bersinggah? ataukah Anda membiarkan terus melayang hingga air membuat Anda singgah ditempat yang Anda taktahu baik atau tidak?
Awal yang salah dalam menikah adalah mencintai pasangan hidup 100%. Sehingga saat muncul masalah seakan tak ada sisa lagi tempat kita di tempat lain. Namun jika telah terjadi apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya?
Kapas yang ringan mampu terbang kemanapun dia suka. Nikmati keadaan itu, nikmati dan akui bahwa Anda telah menjadi kapas. Sepi..sedih...tak berarti...sendiri.... Akui dan sadari Anda dalam posisi itu. Tak usah menyalahkan tempat singgahmu yang telah mencampakkanmu, karena bisa jadi dia lelah menopang keberadaanmu. Nikmati saja...dan akui "aku telah menjadi kapas".
Di kebebasanmu sebagai kapas...kembalilah menjadi dirimu sendiri yang hanya ditemani Penciptamu. Kamu dan Penciptamu. Anggap dirimu insan istimewa dari Sang Pencipta yang menghendaki dirimu sendiri untuk bisa lebih dekat dengan Penciptamu. Kamu sungguh istimewa karena tidak ada siapapun yang akan mengganggu pertemuanmu dengan Penciptamu. Berkomunikasilah dengannya. Ajak bertemu di tempat persinggahan yang kalian bisa bicara dari hati ke hati. Biarkan kapas terus melayang membawa kalian menuju ke tempat persinggahan baru yang nyaman. Lepaskan semua...percayalah bahwa kamu istimewa. Tak usah melihat tempat-tempat singgah yang terlihat meriah dan warna warni karena kamu sedang jadi Tamu Istimewa. Tetap tenang...kadang butuh waktu lama untuk berbicara. Maka bersabarlah...dan kamu tak akan percaya bahwa Penciptamu akan membawamu ke tempat singgah yang lebih istimewa dari yang kau kira...Lapisan demi lapisan akan kamu lalui..tiap lapisan terasa gelap, pengap, sesak, argh...rasanya susah untuk bernafas namun kamu akan melalui lapisan ini dengan tenang karena kamu yakin ada cahaya di depan.
Dan pada akhirnya meski kadang memakan waktu bertahun-tahun kamu akan mampu melewati lapisan itu dengan sisa nafas yang ada. Saat di lapisan akhir, plash..segaaar...tenang....nyaman....lembut...damai.
Itulah tempat singgahmu yang baru.Tanpa menyakiti tempat singgah lama, tanpa mengganggu tempat singgah lain, kamu menemukan tempatmu sendiri. Dan ternyata begitu dekat dengan orangtuamu sendiri. Merekalah tempat singgah yang selalu terbuka untuk kamu singgahi dalam suka maupun duka.