Bulan besar adalah bulan baik untuk menikah. meski setiap hari adalah baik tapi tetap saja diyakini bulan ini terbaik untuk melangsungkan pernikahan. sampai-sampai ada yang telah ijab setahun yang lalu dan resepsi di bulan ini.
Menikah adalah moment penting yang diharapkan akan langgeng hingga akhir hidup. Namun tak sedikit yang mengalami kegagalan dalam tali perkawinan. Menikah ibarat gambaran gunung yang tampak indah dari kejauhan, biru bening bersih dan sejuk. Namun ketika kita masuk ke dalamnya banyak batu-batuan terjal, pepohonan yang merintangi langkah dan hewan-hewan hutan yang mengganggu perjalanan.
Demikian juga dengan rumah tangga. akan banyak riak dalam kehidupan. karena perkawinan berarti yang bersatu tidak hanya dua orang laki-laki dan perempuan tapi dua keluarga. Ada mertua, ipar dan keluarga besar lainnya. Keadaan menuntut siapapun yang menikah untuk segera bersikap dewasa.
Terlukanya harga diri seseorang seringkali menjadi penyebab kegagalan rumah tangga. sementara harga diri tak dapat diketahui rumusnya. yang ada adalah pengertian. dan pengertian tak ada buku pedomannya. Harga diri seorang perempuan yang terinjak-injak karena suami selingkuh, harga diri seorang suami karena sikap istri yang dominan atau harga diri seorang perempuan yang meningkat karena kemampuannya mencukupi kebutuhan finansialnya sendiri ternyata juga mampu memincu seorang perempuan melepas ikatannya yang dirasa mengekang.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Harga diri menjadi kita merasa berarti. ketika harga diri terkoyak kita seakan tak dibutuhkan, ada dan tidak ada terasa tak ada beda, hampa dan merasa tak dibutuhkan. ketebalan garis harga diri ditentukan oleh diri kita sendiri, semakin tebal garis yang kita gambarkan mengelilingi kita maka semakin besar ego kita dan akan semakin mudah kita tersinggung jika ada yang mencoba masuk ke garis harga diri yang telah kita garis tebal sebagai batas.
Kegagalan rumah tangga seringkali disebabkan karena tersentuhnya garis harga diri kita tanpa ijin. karenanya untuk bisa menerima permasalahan dalam rumah tangga dengan bijaksana tipiskan harga diri kita untuk pasangan hidup kita. satukan garis harga diri berdua untuk bisa saling masuk tanpa permisi. dan jika tetap gagal maka terimalah kenyataan harus berpisah dengan kembali menggaris tebal harga diri kita untuk kembali bangkit menjadi sosok yang lebih mandiri dan dewasa. bersyukur karena mendapatkan pengalaman hidup yang tidak semua orang akan dapat mengalaminya. Karena hidup hanyalah sementara gunakan waktu sebijaksana mungkin dengan selalu berfikir positif bahwa apa yang terjadi pada kita adalah pilihan terbaik untuk menjadi yang terbaik.
Minggu, 27 September 2015
MENGATASI KEGAGALAN RUMAH TANGGA
Tags
Artikel Terkait
This Is The Oldest Page
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon